Sahabat Berbulu
Mulai membaca

Panduan lengkap merawat kucing dengan penuh cinta.

Dari makanan, kesehatan, sampai cara memahami bahasa tubuhnya, semuanya dijelaskan sederhana untuk pemilik baru maupun lama.

Mulai belajar
Bagian 1

Memahami si pemburu kecil

Kucing adalah karnivora sejati. Tubuhnya dirancang untuk memakan daging, sehingga makanannya harus kaya protein hewani. Ia juga pemburu alami yang paling aktif saat fajar dan senja, itulah sebabnya kucing rumahan sering berlarian di waktu-waktu itu.

Insting berburu tidak hilang hanya karena makanannya sudah tersedia di mangkuk. Bila tidak tersalurkan lewat permainan, energinya bisa berbalik menjadi mencakar perabot atau menyergap kaki pemiliknya.

Keterangan: karnivora sejati. Istilah ini berarti kucing tidak bisa sehat hanya dengan makanan nabati. Ia membutuhkan zat gizi tertentu yang terutama berasal dari daging.
Bagian 2

Makanan dan minuman

Pilih makanan yang dibuat khusus untuk kucing dan sesuai usianya, apakah anak kucing, dewasa, atau senior. Ikuti takaran di kemasan sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan bobot dan aktivitasnya. Dokter hewan bisa membantu menentukan porsi yang tepat.

Sediakan air bersih setiap hari. Banyak kucing lebih suka minum dari mangkuk lebar yang diletakkan jauh dari tempat makan, dan sebagian tertarik pada pancuran air minum.

Hati-hati dengan makanan manusia. Beberapa di antaranya berbahaya bagi kucing.

Bawang dan bawang putih
Dapat merusak sel darah merah, termasuk jika dimasak.
Cokelat
Mengandung zat yang beracun bagi kucing.
Anggur dan kismis
Dapat membahayakan ginjal pada sebagian hewan.
Lili
Tanaman ini sangat beracun bagi kucing, bahkan serbuk sarinya.
Keterangan: keracunan. Bila kucing memakan sesuatu yang mencurigakan, jangan menunggu gejala. Segera hubungi dokter hewan.
Bagian 3

Kebersihan dan tempat buang kotoran

Kucing sangat memperhatikan kebersihan. Tempat pasirnya sebaiknya diletakkan di sudut yang tenang, jauh dari makanan dan minuman, dan dibersihkan setiap hari.

Pedoman yang sering dipakai adalah menyediakan satu bak untuk tiap kucing ditambah satu cadangan. Bila bak terasa kotor atau tidak nyaman, kucing bisa mulai buang kotoran di tempat lain.

Keterangan: perubahan kebiasaan. Kucing yang tiba-tiba menghindari baknya sering menandakan masalah kesehatan atau stres, bukan sekadar nakal.
Bagian 4

Menjaga kesehatan

Kunjungan rutin ke dokter hewan adalah investasi terbaik. Di sana kamu bisa membahas vaksinasi, obat cacing, pencegahan kutu, dan sterilisasi, yang disarankan banyak dokter hewan untuk kesehatan dan pengendalian populasi.

Kucing cenderung menyembunyikan rasa sakit, jadi perubahan kecil pada perilaku layak diperhatikan. Periksakan bila ia tidak mau makan lebih dari satu hari, muntah berulang, tampak lesu, atau bersembunyi terus-menerus.

Keterangan: kondisi darurat. Kucing, terutama jantan, yang berulang kali ke bak tetapi tidak bisa buang air kecil memerlukan pertolongan segera. Jangan menunggu sampai esok hari.
Bagian 5

Membaca bahasa tubuh

Kucing berbicara lewat tubuhnya. Memahami isyaratnya membuat hubungan kalian jauh lebih harmonis.

Ekor tegak
Biasanya tanda percaya diri dan senang menyapa.
Kedipan lambat
Sering dianggap sebagai tanda nyaman dan percaya. Coba balas dengan kedipan pelan.
Telinga ke belakang
Tanda tidak nyaman, takut, atau kesal. Beri ruang.
Mendengkur
Umumnya tanda santai, tetapi kadang muncul saat kucing cemas atau sakit.
Keterangan: konteks. Satu isyarat jarang berdiri sendiri. Perhatikan seluruh tubuh dan situasinya sebelum menyimpulkan.
Bagian 6

Bermain dan lingkungan yang menyenangkan

Sisihkan waktu bermain setiap hari dengan mainan yang meniru buruan, seperti tongkat berbulu atau bola kecil. Hindari memakai tangan sebagai mainan, karena kucing bisa belajar bahwa menggigit kulit manusia itu boleh.

Sediakan garukan agar kebiasaan mencakarnya punya tempat yang tepat, serta rak atau tempat tinggi untuk mengamati sekitar. Banyak dokter hewan juga menyarankan memelihara kucing di dalam rumah karena lebih aman dari kendaraan, penyakit, dan perkelahian.

Bagian 7

Pertanyaan yang sering muncul

Kucing saya makan rumput, apakah berbahaya?

Banyak kucing melakukannya dan umumnya tidak berbahaya, asal rumputnya bebas pestisida. Bila disertai muntah terus-menerus, konsultasikan ke dokter hewan.

Berapa kali sehari kucing perlu makan?

Anak kucing butuh makan lebih sering, sedangkan kucing dewasa biasanya dua kali sehari atau sesuai anjuran dokter hewan.

Kapan sebaiknya kucing disterilkan?

Waktunya bergantung pada kondisi tiap kucing, jadi tanyakan ke dokter hewan langsung.

Kucing saya sering mengeong malam hari, mengapa?

Bisa karena bosan, lapar, ingin bermain, atau masalah kesehatan. Ajak bermain sebelum tidur dan periksakan bila berlebihan.

Catatan: panduan ini bersifat umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter hewan. Kebutuhan tiap kucing berbeda.

Kucing bahagia, rumah pun hangat.

Sedikit perhatian setiap hari sudah cukup membuatnya merasa aman.

Baca dari awal